Di Ujung Tandus



 "Mungkin dalam waktu yang membuat hidup kita terdesak,

kita baru mulai bergerak"

Kapan kita menyadari bahwa hidup kita terus berjalan menyempit pada kedewasaan yang terus meluas? Memilah dan memilih yang terbaik untuk masa depan, menerka dan menebak yang tersulit untuk jadi acuan.

Saat ini kita mungkin berada pada tengah-tengah lingkaran kecil yang beragam, berpijak pada banyak sekali perbedaan. Serius, bercanda, komitmen, prinsip dan hal-hal yang ikut serta pada proses-proses panjang perjalanan.Apakah kita juga menyadari bahwa realitas hidup kadang membingunkan? seperti.... apakah orang-orang yang berada pada jarak terdekat dari kita untuk bisa dirangkul, mampu merangkul kita dengan baik pada lain kesempatan? atau apakah kita bisa berdiri sendiri pada apa-apa saja yang kita yakini?

Jika kita tarik garis lurus pada banyak kejadian serta peristiwa di masa lampau, kita berada di tengah-tengah kebimbangan. Merasa mampu melakukan sesuatu atas apa saja yang ada dalam diri kita sendiri, namun merasa tidak berdaya pada apa saja yang selama ini kita miliki. Ada hal-hal yang sulit dijelaskan pada realita di era ini, bagaimana kita dipaksa ataupun terpaksa untuk bermain pada peran-peran yang berbeda, memakai topeng dengan jutaan ekspresi yang semu dan fana. Kadang kita merasa kuat daripada yang lain, kadang kita juga merasa lemah. Membingungkan? lalu bagaimana dengan mereka yang tidak berada pada tengah-tengah lingkaran kecil itu? memisahkan diri pada kehendak-kehendak hati dan nurani, tertawa pada kelucuan, menangis pada kesedihan, berteriak pada ketidakadilan dan bercinta pada keromantisan. Kita yang berbeda, atau mereka yang tidak sama?

Tidak perlu dipikirkan terlalu dalam, pun ketika tulisan ini tidak bisa untuk kamu pahami, maka bersyukurlah, karena sejatinya kita cuma bisa memilih; hidup dalam pengetahuan yang membingungkan atau menjadikan ketidaktahuan sebagai proses kehidupan itu sendiri.

Jika hari ini kita merasa kehidupan begitu tidak adil terhadap diri kita, mungkin kita melupakan bagaimana keadilan itu sendiri telah membawa kita pada apa saja yang sekarang kita capai. Kita memang mudah melupakan, terlebih untuk hal-hal yang samar akan momentum dan berganti serta berlalu dengan cepat. Sebab, kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan bekerja atas takdir kita, Mungkin pada satu jam ke depan kita akan merasakan hal yang berbeda dari detik sekarang. Tidak ada yang tahu!?

Selamat bersenang-senang atas apa saja yang membawa kesenangan, selamat merayakan kesedihan pada apa saja yang akan berakhir tawa, selamat menjalani kehidupan terhadap apa saja pilihan yang kamu inginkan. Selamat!


Bumi, Juni 2022
Rendy Saputra

Reactions

Post a Comment

0 Comments