Sampai ke Bulan

Sampai ke Bulan

 


Ketika saat kepalamu bersandar di bahuku, saat itu juga napas menjadi semakin lambat, aliran darah mengalir cepat, dan hidupku terasa baik-baik saja.

Lewat sudah berapa kali hari dan minggu serta berbulan-bulan lalu, aku menatap nanar lembaran-lembaran kosong yang dipenuhi bercak-bercak peristiwa. Hari ini, setelah segala teramat sangat selesai, aku merasakan sesuatu yang magis dari arti dan makna sebuah ciptaan Tuhan yang maha Agung. Kau, dengan segala bentuk juga warna yang kian waktu mengelilingi seluruh orbit dalam semesta aku adalah kehendak.

Sulit untuk menerangkan teori-teori serta hukum perasaan, jatuh cinta serta rasa saling memiliki yang teramat dalam. Jika beberapa sebab dan akibat absurd dalam hidup harus diterangkan sedemikian rupa hingga menjadi jelas, maka hal-hal semacam perasaan hanya akan jadi perdebatan panjang dalam sejarah peradaban manusia. Bagiku, bagimu, bagi mereka, bagi segala-galanya, Tuhan menyelipkan satu warna yang bukan hitam, putih, biru, kuning, jingga, kelabu serta pelangi.

Sebagian kisah mungkin tidak menarik, mungkin seperti kau terasa amat malas untuk membalikkan halaman selanjutnya dalam  buku. Sebagian kisah juga mungkin sangat menarik, hingga tanganmu yang lain sudah bersiap-siap untuk membalikkan halaman buku selanjutnya. Tapi bukankah hal-hal menarik selalu diisi dengan setengah sesuatu yang menarik dan tidak menarik? Jika tidak, maka sesuatu tidak akan bisa menjadi menarik bukan?

"Hai, gadis kecil pelita gelap kesepian, peluk aku dalam mimpimu," begitu kata laki-laki pemalu dalam lamunannya.

"Hai, gadis manis yang mengisi kekosongan, menarilah dalam mimpiku," katanya lagi.

Rajutlah benang-benang cerita yang indah dengan jari terampilmu, jika lelah, bahuku adalah tempat bersandar dari kayangan yang telah disediakan para dewa untuk kau merebah, tanganku adalah peneduh dari awan-awan yang tidak akan hilang meski diturunkan hujan air mata, dan jiwaku adalah samudera biru yang siap membawamu berlayar ke ujung dunia.

Bisakah kita tetap saling menggenapkan dengan ganjil yang ada? Mari kita saling menuntun dengan sedikit menuntut, aku mencintamu sampai Bulan.

Reactions

Post a Comment

0 Comments