Supernova Realita Pikiran

Supernova Realita Pikiran


Realita seolah mengantam kepalamu dengan batu meteor super besar. Memecah semua yang ada dalam pikiranmu, meledakkan semua yang telah lama bersarang di sana, lalu kau tidak sadarkan diri. Ledakan itu dinamakan Supernova Realita Pikiran. Aku menamai itu tadi, setelah segala pertahanan terkuat dari batin manusia sepertiku hancur atas sesuatu yang tidak tertebak.

Pernahkah kalian berpikir seberapa besar rasa putus asa? atau seperti apa warna kehidupan ketika kau diambang rasa cemas yang berlebihan? 

Hidup seolah memberimu banyak bahagia tapi di dalamnya telah ia sisipi racun, yang perlahan-lahan menggerogoti semua yang ada dalam dirimu hingga habis, hingga tidak terasa lagi semua kebahagiaan yang telah ia beri. Begitulah. Bagitu singkat semua racun itu menghilangkan kebahagiaanmu, hingga kau lupa bahwa dalam kehidupan kau akan menemukan rasa lain selain kebahagiaan. Entah kita yang pelupa atau kebahagiaan yang membuat semuanya terlena.

Pernah pada suatu hari dalam diri kita memikirkan tentang sore hari di beranda dan teh hangat yang begitu menghangatkan, malam yang sunyi dan irama musik. Kita akan merindukan itu ketika kita punya segala-galanya, kecuali waktu.
Pada suatu hari di masa ini kita seolah berada diambang masa depan dan masa lalu. Seolah hidup berada di tengah-tingah lintasan pacuan kuda. Kita hanya memikirkan tentang jalan keluar atas penyesalan yang terjadi hari ini dan penyesalan yang akan terjadi di masa depan.
Pada suatu hari di masa depan, kita akan mengingat hari ini sebagai masa lalu. Entah seperti apa hari itu datang, dan entah sebagai apa kita menganggap apa yang terjadi hari ini.

Beberapa hal yang pasti adalah kepastian yang telah menjadi kepastian itu sendiri, sisanya kemungkinan yang bercabang menjadi kemungkinan lain. Kita yang ada di setiap masa berada diatas kemungkinan-kemungkinan yang belum menjadi kepastian, hidup terseok-seok di atas takdir, berjalan-jalan dan berlari di jalan realita yang abstrak.

Kau tahu apa yang paling menyedihkan dari kehilangan? Bertahan pada setengah kehilangan. Kita kehilangan diri sendiri juga kehilangan orang yang kira sayangi.

Perihal kehilangan dan bertahan tak lebih dari sekadar proses menjadi utuh terhadap diri sendiri, tapi juga pengasahan hati menjadi lebih tajam, perasa dan tabah. Kita yang tidak pernah diajarkan caranya jatuh cinta di tempat manapun, mampu jatuh sejatuh-jatuhnya. Jika memang benar pilihan adalah tentang mengetahui apakah sesuatu yang benar itu ada, maka aku akan menghilangkan pilihan. Biarlah hidup selalu berimbang dengan salah dan benar agar kita bisa terus membedakan.

Pada seribu satu malam yang mungkin membawa kita pada banyak bintang, kuharap kita bisa saling memahami kemauan diri tanpa membunuh kemauan orang lain.

Lalu apakah cahaya pagi bisa mengganti keindahan puisi aku? Atau kau lebih memilih pergi menikmati matahari sore bersama orang lain?

Aku tidak akan pergi jauh, apalagi menghilang, sebab di matamu aku selalu melihat pemandangan indah lebih dari cahaya surya yang hanya sementara. Maka izinkan aku memelukmu lebih dalam, mengecup keningmu lebih lama, hingga kita saling menemukan, hingga kita selalu terikat, di manapun dan sampai kapanpun. Ada banyak harap tentang sesuatu yang tumbuh mekar dan berbunga, maka kita harus selalu merawatnya.

Kau tahu apa yang paling menyedihkan dalam hidup seorang penyendiri? Ia selalu berharap ditemukan, namun takut pada keramaian.
Kau tahu apa yang paling menyenangkan dari kesepian? Ia bisa mengajarimu mencintai lebih dalam.










Reactions

Post a Comment

0 Comments