Terbiasa yang melahirkan asa

Terbiasa yang melahirkan asa


Biarkan aku bersenang-senang pada keadaan saat sebelum kau hadir, dan berbahagialah engkau bersama yang terkasih saat sebelum aku kau temukan. Menyentuhmu di hari ini, seperti mengeruhkan sungai jernih. Kau dikelilingi banyak bahagia, orang-orang terkasih dan tersayang sebelum aku memilihmu menjadi pengobat  lara. 

Maaf, bila beberapa hal yang tidak sengaja membuatmu berduka, atas segala hal yang mestinya tidak perlu aku campuri. Mungkin beberapa sadar memang datang terlambat, termasuk kesadaranku yang tidak mungkin bisa menjadi seluruh dari bagianmu.

Selamat berbahagia atas apa yang sudah dari awal kau mulai dan kau temukan, terima kasih sudah memberi benih rasa yang tumbuh, namun gugur sebelum musim semi tiba. Terima kasih sudah mempercayai aku sebagaimana apa yang kau pikirkan dalam kepalamu saja, tentang aku yang sempurna, tentang aku yang kuat, tentang aku yang selalu baik-baik saja, tentang semua hal yang aku iyakan pada kau dan banyak lagi. Tidak perlu merasa keliru, aku terlalu banyak diam pada apa-apa yang harusnya kau tahu, aku yang terlalu banyak meminta pada apa-apa yang tidak kau punya dan aku yang selalu merasa bahwa ditemukanmu adalah seutuhnya cinta.

Semoga dalam beberapa langkah yang membawa kita pada akhirnya, kau tetap berbahagia bersama ia yang lebih dulu datang mengenalmu. Aku selalu memelukmu dalam ketidaktahuanmu, mencintaimu lebih dari apa yang tidak kuberikan kepada orang lain.

Reactions

Post a Comment

3 Comments

  1. Keren gan, boleh mampir juga ke blog saya yah, hehe
    https://www.informasihidup.com/2020/09/tips-perawatan-kulit-untuk-kondisi.html

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete