Pukul Tiga Pagi dan Puisi


Pagi ini aku cuma ingin berpuisi
Seolah itu saja yang aku punya. Kata-kata.
Dalam diamku, sunyi dan sepi
Air mata tertahan jatuh
Pikiran melayang jauh


Padamu,
Begitu besar kukembangkan layar
Bersiap kita menyusuri lautan
Melewati badai, hujan dan gelap malam


Padamu,
Kupadamkan api dalam diri
Dengan sungai dan hujan puisi
Biar hari ini abadi
Lewat cerita aku memupuk tumbuh engkau
Pada lahan keramaian bahagia
Dan rencana meleset sempurna


Aku menuai kecewa pada sepi gulita
Mengalah ragu di atas cinta
Memegang teguh janji
Melawan rapuh hati


Padamu...


Padamu
Mungkin bagimu biasa
Seperti bernapas leluasa udara
Sembari mencekik leher manusia lain
Lalu kau merasa lega tak terkira
Dan manusia lain sesak hampir berpindah dunia


Mungkin kita mesti berjarak
Menjadi seperti tidak terjadi
Biarlah waktu menjalar semakin lama
Melewati banyak tentang masa lalu kita


Menjauh


Menjauh pada peran yang singgah dan menetap
Dalam hidup kita
Yang pernah membawa kita pada nyaman
Yang pernah memberi kita banyak rasa
Hingga kelak kau terbiasa
Hingga kelak aku dan kau utuh menjadi kita
Tanpa sesiapa

Reactions

Post a Comment

0 Comments