Dua sisi: Perasaan dan Ego

Dua sisi: Perasaan dan Ego



Selamat menjelang pagi. Apakah kamu baik-baik saja?

Sudah berapa lama kita tidak saling menyapa?

Baiklah, aku rasa sudah sangat lama. Kuharap pagi ini kita bisa saling terhubung lewat tulisan ini. Kuharap juga kau bisa memahami apa yang ingin aku sampaikan.

kepada diriku yang lain, sabar ya. Mungkin tidak lama lagi. Ingat, tidak ada pemenang dalam hidup ini. Kita harus bisa bekerja sama untuk menjadi satu bagian utuh. Aku yang menyampaikan pesan ini adalah perasaan, sementara kamu yang akan membaca pesan ini adalah ego dan juga hasrat. Pada awalnya kita memang satu, namun seiring berjalannya waktu, beberapa hal membuat kita tidak sejalan. Pada suatu waktu aku ingin seperti ini, kau ingin yang sebaliknya. Dari hal-hal kecil dan sederhana, kita seringkali berada pada satu tujuan namun memilih jalan yang berbeda. Apakah kita bisa berjalan bersama? aku sang perasaan dan kau sang ego. Semoga tidak ada lagi perang yang tanpa akhir dalam kepala kita. Dengan datangnya pesan ini semoga pikiran diantara kita berdua mampu menyatukan apa yang seharusnya menjadi satu. 
kurasa hanya itu yang bisa kusampaikan. Selanjutnya aku hanya ingin berbicara pada diriku sendiri. Mengingat rentetan kejadian yang belakangan ini terjadi. Kamu cukup diam, jangan mengganggu. Ini adalah bagianku. Perasaan.

PERASAAN
Aku adalah peran paling menyedihkan dalam raga yang jari-jarinya sedang merangkai tulisan ini. Bagaimana tidak, terlalu banyak yang aku sembunyikan dan aku simpan rapat-rapat dalam diriku sendiri, dalam raga ini, dalam wujud seorang laki-laki yang saban hari selalu terjaga dalam kecemasan-nya sendiri. 

Akulah perasaan, yang senantiasa berada dalam sisi-sisi paling dalam dirinya, memainkan peran jauh di dalam sana, tanpa sedikit pun orang dapat mengerti peran apa yang sedang aku mainkan.

Akulah perasaan, yang menjadi penggerak paling tulus ketika tulisan ini tercipta. Sebab, ketika setengah dirinya dikuasai oleh bagian lain, maka aku akan terasingkan. Kemudian akan muncul kembali ketika apa yang dilakukannya salah. 

Akulah perasaan, yang akan selalu menemani dirinya menemukan banyak hal di dalam fana ini.


EGO
Perkenalkan, aku adalah bagian yang ingin membuat raga pembuat tulisan ini menjadi sempurna. Memporak-porandakan kebingungan atas apa yang dia rasakan. Aku tidak ingin dia menjadi lemah, sebab beberapa hal selalu ia kaitan dengan perasaan. 

Akulah ego, yang selalu ada dalam tarikan-tarikan napasnya, berdiri sejajar diantara pikiran dan perasaan-nya. Maka izinkan aku menjadi bagian penentu diantara pilihan-pilihan yang sulit untuk kamu pilih. Harusnya kamu sadar, bahwa tanpa diriku, kau akan terus menuruti apa yang seharusnya tidak perlu kamu lakukan.

Akulah ego, bagian dalam dirimu yang sangat penting untuk kau gunakan. Sesekali turuti apa yang ingin aku lakukan, itu yang terbaik untukmu.
-
-
-
-
Perasaan dan Ego. Adalah dua sisi dalam diri manusia yang akan selalu ada. Hitam dan putih. Beberapa keadaan kadang memaksa kita harus menggunakan yang mana, ego atau perasaan. Akan ada saatnya perasaan timbul lebih besar dari ego, begitu juga sebaliknya. Keseimbangan antara ego dan perasaan benar-benar sangat diperlukan. Tidak ada sisi baik dan buruk. Keduanya hanya perlu saling mengisi, muncul pada saat yang benar, seimbang.

Agustus, 2019
Reactions

Post a comment

0 Comments