Pada November



Pada november
aku ingin bertanya pada pagimu
yang tidak sempat ku rasakan sebab kesiangan
apakah ia secerah april yang menghadirkan mentari


pada november
aku ingin bertanya pada siangmu
yang tidak sempat aku rasakan sebab mencari uang
apakah orang-orang suka berjalan-jalan di tengah terik dan hujannya


pada november 
aku ingin bertanya pada malammu
apakah ia kedinginan dan sepi
sebab ia seringkali menumpahkan hujan agar mendengar suara-suara air menghujam bumi

november pada malam yang riuh bersama ribuan hujan menghujam bumi. Sepi tanpa sadar menghadirkan dingin bersamaan. Hewan-hewan mencari tempat berteduh, manusia juga. Tapi ada juga manusia yang rela membasahi tubuhnya dengan hujan pada november. Mungkin manusia itu ingin segera cepat pulang dan tidur dengan segera. Sebab, hujan pada malam hari adalah kenikmatan tidur yang tiada tara. Air yang jatuh ke tanah, aspal, pohon-pohon dan daun seolah memainkan nada yang tidak beraturan namun merdu untuk didengarkan sebagai pengantar tidur.

november pada malam yang riuh dan bergemuruh diserbu air Tuhan. Ia tidak mengantarku pada tidur yang nyenyak. Aku dibuatnya menyendiri, dan membuat puisi untuk dirinya. Puisiku hanyalah yang aku anggap puisi dengan tatanan kata yang akan dengan mudah kulupa. Tapi puisiku akan tertera di sini, untuk november dan hujan yang menguatkanku untuk membuatnya malam ini.  

Hujan berlalu cukup lama. awan-awan pengantar hujan mungkin menunggu waktu yang tepat untuk menumpahkan hujanya sekaligus pada malam hari. Dan mungkin ada ribuan puisi tercipta malam ini. dari orang-orang kesepian, penyendiri, dan penikmat malam. Termasuk aku. Jika bisa aku ingin membaca puisi-puisi mereka. Aku yakin mereka orang-orang kuat. 

pada november yang sungguh indah malam ini. Aku ingin berterima kasih sebab kau datangkan hujan malam ini. Besok aku yakin tanaman dan pepohonan akan riang gembira bersama mentari pagi. Aku mewakili mereka untuk menyampaikan salam terima kasihku untukmu. dan juga salam terima kasih dari orang-orang yang sudah terlelap malam ini sebab hujan yang kau turunkan sungguh merdu ketika bertabrakan dengan tanah dan atap rumah. Tuhan sungguh besar november!

pada november, hujanmu akan berhenti sebentar lagi sebab yang kudengar sekarang sudah tak seramai beberapa waktu lalu. mungkin ini adalah rintik-rintik terakhir dari awan. Kuharap awan rela menjadi hujan untuk semesta malam ini. Tanpa dirinya, lagu-lagu merdu itu tak akan terdengar, dan tanaman tak akan bersuka cita esok pagi. Kuharap semesta selalu dalam kedamaian, pada hari apapun dan bulan apapun. November, waktumu sudah tidak banyak lagi. Jika tulisan ini kau sukai, kuharap Tuhan memberiku umur lebih panjang untuk bertemu dengamu lagi tahun depan. Kuharap juga kau menumpahkan hujan dengan bintang-bintang jika pada malam hari, dan hujan dengan pelangi pada sore hari. November, selamat malam menjelang pagi.

November, 24-11-2015
-Rendy Saputra
Reactions

Post a Comment

0 Comments