Biarlah



Biarlah.
Biarlah sirna gelap masa lalu dalam penyelesaian.
Biarlah sinar terang masa depan dalam penyelesaian.
manusia diciptakan dengan hati, raga, rupa dan jiwa yang berbeda.
tak perlu risau untuk menyamakan kehendak manusia lainnya.
sebab, Tuhan ciptakan perbedaan agar kita menjadi satu.

Lepaskan sauh dendam mu di dasar laut paling dalam dan gelap.
biarlah
biarlah ia menjadi karang pelampiasan paling damai


kita tiba di penghujung malam yang dingin, gelap dan sunyi. jiwa-jiwa terlelap dalam mimpi yang bermacam-macam. ada pula yang senantiasa menghabiskan waktu di bawah langit berpijar bulan dan bintang. 

Rangkuman cerita sedih dan bahagia telah terpatri dalam memori kepala masing-masing. Baik dan buruk menjadi dua sisi kehidupan yang abadi. Semua cerita tersusun rapi di penghujung malam ini. Luapan emosi meluap-luap bagai air yang mendidih di ujung kepala. Bumi tetap jadi tempat berpijak yang layak untuk semua sifat manusia. Pemarah, pendendam, pembenci tetaplah manusia yang bernaung di langit yang sama dengan para pemberi, pengasih dan pencinta. 

Bulan tepat berada di atas kepala. Tak ada awan yang menutupi sedikitpun sinarnya, tak ada gelap yang tak mampu ditembus oleh cahaya terangnya. Namun kini aku berada di bawah atap yang tak retak sedikit pun. Mungkin Aku belum terlelap hingga beberapa jam kedepan. Entah kenapa. seperti ada sesuatu yang ingin aku ceritakan pada halaman-halaman ini. Apakah itu puisi, atau hanya sekedar pembicaraan hati yang tak bisa kuceritakan pada siapapun.

Aku telah memulai baris halaman ini dengan puisi yang tidak ku buat dengan hati-hati, tapi dengan hati. semua itu tidak berawal dari kesedihan juga tidak berawal dari kebahagiaan. Lalu dari mana sema itu berasal ? 

Semua itu berasal dari jiwa raga yang sepi ini. Jiwa raga yang senang sekali membisikkan suatu rasa sedih, bahagia hingga kecewa. 
Aku menyukai penghujung malam yang sepi seperti ini, melampiaskan segala emosi dan amarah berupa tulisan-tulisan yang mengalir dengan sendirinya. Aku menyukai itu tanpa alasan. Ketika sebuah puisi terangkai aku merasa lega, aku merasa segala beban menjadi binasa. bagaiamana denganmu ? 
Aku hanya ingin menyampaikan suatu hal yang semua orang mesti tau. Kehidupan adalah hal yang tidak akan bisa hindari kematiannya. dan ketika hari itu tiba, aku tak ingin menjadi orang yang menyesal pernah terlahir di dunia ini, aku tak ingin menjadi penyesalan dan kesedihan orang-orang di sekitarku. Aku ingin menjadi yang terbaik untuk kesempatan yang hanya terjadi satu kali ini. biarlah ketidakpercayaan orang lain terhadap diriku besar, namun keinginanku akan itu harus lebih besar.

"kita tidak pernah tahu kapan kehidupan yang indah ini berakhir, dan kita tak pernah tahu kapan kehidupan yang abadi itu berawal. Hal-hal yang menjadi belenggu dalam hidup ini biarlah tertinggal di belakang. Sambutlah masa depan untuk menjadi lebih baik. lagi dan lagi".

Percayalah kehidupan selalu mempunyai dua sisi yang saling seimbang. sebaik apapun kita mencoba menjadi baik akan selalu ada sisi buruk dari itu semua, begitu juga sebaliknya.

"Terlelaplah untuk bermimpi lalu bangkit dengan penggapaian yang lebih besar, dan menangislah sekencang-kencangnya lalu mulai kehidupan yang lebih damai"

salam
Rendy Saputra
(kamar gelap, Agustus 2018)
Reactions

Post a Comment

0 Comments