Hilang Arah


Langit menangis tanpa air mata
bumi berduka tanpa bencana
semesta berduka
manusia terbelenggu luka

puisi terlahir tanpa makna hari ini
cerita terangkai dari hari ini
sejarah tercatat pada hari ini
dan masa depan dimulai hari ini

di suatu waktu aku menyendiri,
dalam ruang paling gelap, paling sunyi, tanpa suara apapun
apa yang aku lihat di dinding kosong ruang sempit itu ?
bayangan para serdadu yang gemar meminum darah

apakah masih ada jeda untuk kita berpikir ? Siapa, mengapa, dan apa ? Ketika kita dengar dan lihat, semua begitu samar bukan ? Tapi kebenaran tetap berada di inti hati kita. Semua hal bermakna dan saling bersinggungan, tapi tidak pada kesalahan besar.

hari ini Nusantara kembali disuguhkan kenyataan yang tidak diinginkan. kepahitan itu menyakitkan sekali, dan kenyataan yang pahit lebih menyakitkan lagi. Ketika sebuah Negeri diguncang dengan teror mengerikan yang tanpa pernah kita mengerti apa tujuannya, tanpa pernah mengerti apa maksud dari semuanya. Aku hanyalah segerintil manusia dari jutaan bahkan milyaran manusia lainnya yang memiliki hati dan sifat manusiawi. Siapa yang tidak bersedih dan berduka melihat sesuatu yang memiliki mata, kepala, tangan kaki dan hati yang sama seperti kita harus mati dengan cara yang sangat menyakitkan. Dan kita harus menelan pil kenyataan pahit itu tanpa satupun alasan. Aku tidak menangis seperti apa yang kebanyakan orang definiskan di dunia ini. Aku menangis dengan caraku yang tak bisa digambarkan dan dirangkai dengan kata-kata. Entah rasa apa yang harus diungkapkan pada peristiwa-peristiwa yang berbau kematian. Aku merasa berdosa, malu, dan bodoh dihadapan Tuhan. Aku hanyalah sebagian jiwa yang seringkali dikendalikan oleh ego yang begitu tinggi, tapi seringkali juga inti hatiku bisa mengalahkan ego itu.

Banyak sekali pendapat yang keluar hari ini dari orang-orang yang memiliki hati dan rasa yang begitu besar terhadap sesama. Tragedi di Negeri ini adalah sebuah hal yang telah dirancang sedemikian rupa tanpa kita tahu alasanya, tapi yang jelas ini adalah sebuah tragedi yang suatu hari nanti akan menjadi pemicu perpecahan terhadap keberagamaan yang berhasil disatukan atas nama semboyan Bangsa Bhinneka Tunggal Ika.  Dan semoga ucapanku salah. Percayalah, semua ini dilakukan oleh sekelompok pengecut yang didalangi oleh orang-orang yang akan membuat sejarah penuh darah terulang kembali.

Hari ini Aku memilih menyuarakan pendapat dengan segerintil pengetahuan yang dimiliki. Tapi hari inilah juga Aku memilih berani untuk tidak diam disaat egoku memilih bungkam. Aku tidak ingin sejarah kelam di Negeri ini terulang kembali. Ketika itu terjadi, lalu apa yang akan terjadi pada masa depan ? apa yang akan terjadi pada kehidupan yang akan datang ? kita akan terpecah belah karena adu domba dalam skala besar dan terencana sekaligus memakan banyak korban agar kita percaya bahwa itu memang berasal dari suatu kelompok yang di kambing hitamkan. Sebagian orang akan memilh acuh karena suatu persitiwa yang baginya tidak saling terikat, tapi percyalah bahwa akan ada saatnya kita mendapat giliran dari kejahatan yang sekarang kita anggap kecil. Dan jika kita tak bisa menghentikan itu maka kitalah yang akan menanggung semua penderitaan kelak.

Banyak orang yang berkeinginan mengubah dunia, tapi ada satu hal yang luput dari keinginan itu adalah mengubah diri sendiri.

Rendy Saputra
 

Reactions

Post a Comment

0 Comments