Rencana dan mimpi



Hari ini isi kepala kembali ingin dimuntahkan. Tidak, lebih tepatnya kata-kata yang berhamburan dalam kepala yang ingin segera dirapikan dalam sebuah barisan aksara.

Dalam semesta ini, hidup dipenuhi dengan beragam nyawa. Manusia, hewan, tumbuhan serta zat lainnya yang diciptakan oleh Tuhan sang pencipta.
Jauh sebelum aku menulis sebuah kalimat ini, dan pembaca sampai pada tulisan ini. Aku adalah apa yang tidak pernah orang tuaku rencanakan untuk menjadi apa di dunia ini. Aku menjadi bisa duduk, merangkak, bicara, berjalan dan sampailah pada kedewasaan ini.


Jadi, apa hidupku saat ini sudah mempunyai rencana ?
Tentu saja. Bahkan lebih dari satu rencana. Semua orang pasti mengerti tentang istilah semakin banyak pilihan maka semakin banyak pula kesempatan. Iya, begitulah rencana yang aku miliki saat ini.
Namun dari banyaknya rencana, seseorang pasti akan mempunyai rencana awal untuk dijalankan. Dan rencana awal yang harus aku lakukan adalah mempunyai mimpi
Setelah aku mempunyai rencana untuk punya mimpi, maka aku harus menjalankan rencana kedua, yaitu menggapai mimpi. karena tonggak dalam kehidupan ini adalah memimpikan sesuatu. Tidak hanya satu hal, melainkan semuanya.

 
Hidup yang indah adalah mempunyai sebuah mimpi.
Dan yang paling indah adalah tidak menyesali segala proses yang telah dilewati ketika mimpi itu tidak tercapai.


Begitulah hidup, tanpa mimpi manusia hanyalah kehendak yang tidak bisa dikehendaki. Dirinya tidak lagi diri sendiri, hidupnya bukan lagi kehidupan, melainkan raga mati yang terlihat hidup, padahal hanya dimasuki jiwa yang hanya separuh diciptakan. Sedangkan separuh dari jiwanya lagi mencari arti tentang kehidupan lain, yaitu kematian. Karena kematian adalah bagian dari kehidupan selanjutnya. 

Banyak orang yang beranggapan bahwa mimpi hanyalah bunga tidur. Lalu memaknai bahwa mimpi hanyalah keindahan semata ketika kita sedang berada dalam alam bawah sadar.
Bagiku, ketika mimpi hanya dianggap bunga tidur, berarti tidak salah jika aku meciptakan istilah Bunga Bangun. Artinya ketika bunga itu tidak mati, maka ia akan meneruskan hidup dengan selayaknya ketika terbangun, ia akan memekarkan kelopak yang indah dan menghasilkan sari-sari bunga yang nanti akan berguna bagi serangga lainnya. Itulah arti Bunga Tidur bagiku. Selagi kita belum mati mimpi itu harus dimiliki.

Jika boleh aku menjadi seorang filsuf, maka aku akan membuat sebuah filosofi tentang Rencana dan mimpi, yang berbunyi rencana layaknya sketsa dalam sebuah kehidupan. Kadang sketsa hanya tergores  dan terbangkalai dalam sebuah kanvas. Namun tak jarang pula sketsa diberi warna yang indah dan terlihat nyata. Sementara mimpi adalah lukisan yang telah diberi warna. Namun, tidak semua orang menyukai lukisan meskipun indah dan menakjubkan.

Begitulah rencana yang layaknya skesta, kadang pelukis hanya akan mengakhiri sebuah lukisan dengan sketsa. Namun  pelukis juga mewarnai sketsa lainnya dan menghasilkam sebuah lukisan yang indah dan terlihat nyata. Dan ketika lukisan telah diberi warna yang indah, tidak semua orang menyukai sebuah lukisan itu.

Intinya tidak semua mimpi berjalan sesuai rencana, dan tidak semua rencana harus menjadi impian.
Maka janganlah takut untuk bermimpi dan buatlah rencana sebanyak-banyaknya untuk masa depan, sebab meskipun semua air dalam genggamanmu tumpah, percayalah, tanganmu pasti masih terasa basah.

Salam Damai
-Rendy Saputra
Reactions

Post a Comment

0 Comments