Nyanyian bocah

 
ia disebut belum berumur, namun waktu sudah memberinya
Ia disebut manja dengan segala peluk kehangatan
Tangisnya seperti kemerduan ombak yang disapu angin malam
Tawanya selalu menghangatkan segala cemas dan duka 

Ialah yang melukiskan airmata suci di sebuah kanvas pelukan orang tua
Ia juga penyair subuh yang membangunkan segala raga
Matanya seperti permata di dasar lautan,
Keindahan yang meskipun jauh dari permukaan

Inilah nyanyian bocah
Burung-burung menari dalam tangis yang suci
Bunga-bunga pagi mekar dalam tawa yang ia beri
Tak ada sepi dalam tangis dan tawanya
Kehidupan begitu berwarna layaknya surga

Kelak ia beranjak dewasa,
Tangisnya ialah kecemasan dalam nada-nada sumbang
Tawanya akan jadi senandung bagi semua orang
Pelukannya berubah menjadi cium tangan
Ia akan menapak jauh, mengepalkan tangan dengan penuh sungguh.


Reactions

Post a Comment

0 Comments