memorabilia

memorabilia


dan sang bulan kembali menampakkan diri,
entah ini kepulangan atau kepergiannya dari belahan bumi lain.
datangnya seolah membawa kenang dari hari yang lalu
tak bisakah malam menampilkan sinar mentari?
agar tak ada dingin yang selalu membawa rindu berkali-kali

mungkin tuhan lebih tau pasti jawaban dari pertanyaan mimpi buruk ini.
jika bisa, ingin ku lukis segala kenang yang tiba-tiba muncul dalam imaji,
lalu akan kupasang dengan lukisan itu dengan bingkai bercorak.
agar saat segala rindu kembali datang menyerang,
aku hanya butuh sebuah sandaran untuk bisa menikmati sebuah lukisan kenang

dan bulan kembali menampakkan diri,
tak ada bintang-bintang menderang yang biasa selalu bersamanya
ada satu kecemasan yang tiba-tiba menyusup jiwa
apakah bintang tak cukup terang malam ini?
ataukah bulan yang sedang ingin menyendiri?

mungkin tuhan lebih tau pasti jawaban dari luasnya semesta yang ia cipta ini.
aku hanya terlalu memikirkan sedikit cemas yang berhasil meluas,
melahirkan sebuah logika yang keluar batas.
memorabilia menyerang dengan penuh kepastian,
menyakinkan dirinya bahwa aku telah mati tertusuk rindu yang amat menyakitkan

Sebatang kara baginya adalah kebahagiaan,
Menerangi segala resah dan ketakutan orang lain.
Mendatangkan rindu-rindu yang tidak selalu perihal kesedihan
Menghiasi temaram dengan mengubur sedalam-dalamnya keegosian
Ialah sang bulan. Aku telah menjadikannya puisi tentang kenangan





Reactions

Post a Comment

0 Comments