Bumi pada waktunya


Tepat, saat bunyi dan suara kota hilang
Senja tak lagi terang
Nyanyian tak lagi menderang
Dan separuh jiwa manusia telah berpulang

Melodi puisi tak lagi sering terdengar
Unsur budaya kelak akan tercemar
Para penyair mengunci diri dalam kamar
Gunung dan hutan terlihat samar

Mati, tanah mengubur diri sendiri
Nisan menuliskan namanya sendiri
ribuan daun gugur menyelumiti keduanya
tak bertahan lama, angin senatiasa menerbangkannya

bintang bersembunyi jauh
bulan menyepi sendiri bagai sauh
awan-awan tak lagi menumpahkan hujan
samudera murka bersama ombak lautan


Maret, 2018
-Rendy Saputra-




Reactions

Post a Comment

0 Comments