sebelum angin menyentuhmu


Sebelum angin menyentuhmu, aku akan menjadi apa ?
hujan telah mereda saat aku menjelma menjadi lampu-lampu kota
kau tak pernah mengerti mengapa hujan tak pernah abadi.
kau juga tak pernah mengerti bahwa air mata juga bisa berhenti

kesalahanku telah kau terjemahkan dengan banyak bahasa.
dari sifat-sifatmu yang tak biasa, aku mengerti itu adalah caramu menjauhiku
kau memang tak pernah mengerti bahwa batu tak pernah membenci hujan yang membuatnya terkikis
dan kau juga tak pernah mengerti, bahwa aku tak akan pernah sengaja membuatmu menangis.

apakah hubungan kita layak disebut kekanak-kanakan ?
disaat aku ingin memperbaiki masa lalu, kau masih saja diam membisu
aku tau bahwa kau tak akan mudah memaafkan, seharusnya kau pun tau bahwa aku tak akan pernah bisa menyalahkan.
 tapi apa mau dikata, kau memang tak pernah bisa menerima alasan apa-apa.

aku menyerah, 
pundakku memang tak bisa lagi merasakan sandaran kepalamu
dan tanganku tak akan bisa lagi mengusap air matamu yang jatuh
kelak, saat semua jalan yang kau pilih salah. Jangan menyesal sayang.

 tak akan ada lagi hati yang ingin kumiliki selain dirimu.
ketuklah pintu rumahku ketika seseorang membuatmu luka
sebelum satu menit saat bunyi ketukan itu berhenti,
pelukanku tak akan bisa lagi kau hindari.

Februari, 2018
Rendy Saputra
Reactions

Post a Comment

0 Comments