Kelahiran, Kehidupan, dan Kematian


Malam telah tiba, siang telah menunggu untuk hari selanjutnya. Apa yang kita rasa ? Apa yang kita syukuri ? Dan apa yang harus kita hadapi esok hari ?

Entah hanya aku saja yang berpikir dan merenungkan tentang masa depan di penghujung malam, berkhayal menjadi apa nantinya dan merasa menyesal akan apa yang tidak bisa dicapai hari ini. Lalu apa yang membuat aku bertahan sampai sekarang ? Bersyukur. Tidak ada yang lain.

Kelahiran, menjalani kehidupan, dan kematian. Apakah hidup hanya sebatas itu ? Kurasa tidak.

Aku yakin, kita telah dilahirkan dengan dititipkan satu takdir yang akan menjawab segala tentang kehidupan, dan aku percaya itu. Lalu apakah kita harus berserah pada takdir ? Tidak. Itu perihal nasib. Takdir ada pada diri kita yang tidak kita tahu, sementara nasib adalah hal yang sudah kita tahu dan mungkin bisa kita ubah. Dan aku mulai berpikir untuk mengubah nasib menjadi lebih, menjadi lebih baik, menjadi lebih baik, dan menjadi lebih baik lagi.

Lalu menjalani kehidupan. Apakah menjalani kehidupan semudah apa yang kita bayangkan ? Seperti membuat rencana dan rencana itu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan ?  Bagiku itu hanya kemungkinan. Percayalah bahwa bahagia seringkali tercipta dari sebuah kesederhanaan dan kesedihan tercipta tanpa pernah kita sekalipun rencanakan. Aku pernah merasa menjadi manusia yang seberuntung-beruntungnya dari orang lain, aku juga pernah merasa menjadi manusia yang sesial-sesialnya dari orang lain. Itulah kemungkinan dalam sebuah kehidupan. Kita hidup dalam sebuah pola acak yang suatu saat akan membentuk sebuah pola yang sempurna. Tuhan memberi kita sebuah otak, dan hati yang sangat kecil, namun kita bisa berpikir cukup luas sampai ujung dunia dan bisa mencintai dengan hati sangat tinggi sampai keujung langit.

Perihal kematian, apakah kita tahu ? Tentu tidak. Apakah kita harus takut ? Tentu juga tidak. Kenapa kita tidak perlu takut ? Sebab seperti yang sudah aku sebutkan bahwa sejak dilahirkan kita sudah mengantongi sebuah takdir yang akan datang suatu saat nanti. Dan kematian adalah hal mutlak yang harus kita hadapi. Hal yang tidak akan bisa dihindari oleh siapapun. Dan tuhan cukup adil dengan memberi kita satu kali kehidupan dan satu kali kematian. Lalu apa yang harus kita lakukan ? Menjalani, menikmati, dan mensyukuri kehidupan yang hanya satu kali ini. Maka dari itu kematian tidak perlu ditakuti. Takutlah ketika kita semasa hidup tidak bisa mengerti arti dari sebuah kehidupan.

Hari ini, esok ataupun nanti, kita adalah apa yang tidak bisa kita baca. Dan kuharap pada kematian nanti, aku adalah apa yang mampu kalian tulis.

Semua akan tiba pada waktunya, dan tidak semua waktu akan tiba lagi dari masa lalunya. Nikmari hari ini dan syukuri apa yang sudah terjadi.

Salam damai ✌

-Rendy Saputra-

Reactions

Post a Comment

0 Comments