Angin dan Daun


Kau tak abadi,
menggantung diantara ranting-ranting
sementara aku adalah sang sapa yang siap menjatuhkanmu
menyelimuti bumi dari tumpukan-tumpukan keringmu

aku berada dimana-dimana
kadang menyejukkan, kadang membuat badai bahkan topan
kau jangan takut dan jangan benci aku
kau dilahirkan tak abadi

bicaralah, katakan pada mereka yang menjadikanmu abu.
akulah yang membawamu terbang jauh dari perapian
di sudut-sudut taman yang tak berbunga itu,
kita ditemukan semesta dalam duka

 aku tak pernah membencimu, angin.
akulah yang tak abadi
dari jatuhku yang tak pernah sekalipun ku benci,
kau membawaku terbang jauh dari sini

sungguh bumi menginginkanku di musim gugur
menjadikan diriku selimut untuk tubuhnya
lalu, kenapa kau menerbangkanku ke lautan ?
apa kau ingin melihatku terombang ambing dibawa gelombang

akulah angin yang kesepian,
tak punya teman dan tujuan
aku melayang membawa diriku sendiri
aku abadi

Februari, 2018
-Rendy Saputra-






Reactions

Post a Comment

0 Comments