Sudah ada sejak abad ke-1, ini fakta tentang museum Timah Indonesia

Sudah ada sejak abad ke-1, ini fakta tentang museum Timah Indonesia

Museum Timah Pangkalpinang Indonesia

Sudah pernah masuk museum Timah Indonesia? Sudah tau fakta dan sejarah tentang timah di pulau Bangka?

Jika kalian belum tau ataupun ingin tau banyak tentang sejarah Timah dan cerita awal mula timah di pulau Bangka, ada baiknya jika museum timah masuk dalam list kalian, jika berkunjung ke pulau Bangka. Karena banyak sekali pengetahuan yang akan kalian dapatkan di museum ini. Akses untuk ke museum timah sendiri tidak sulit kok karena berada dekat dengan pusat kota Pangkalpinang, juga tidak dipungut biaya sepeserpun untuk masuk ke sana. Kalian bisa sepuasnya menjelajah isi dalam museum dan mengetahui banyak tentang timah di pulau Bangka. Karena pulau Bangka tidak hanya terkenal dengan keindahan wisata pantainya, tapi juga terkenal dengan timah yang ada di pulaunya..
Karena sebagian orang tidak tau bahwa timah di Bangka ini sangat terkenal bahkan sampai ke seluruh dunia.

Tapi untuk kalian yang ingin tau tentang timah di pulau Bangka tapi belum berkunjung ke museumnya, jangan khawatir, karena saya akan membahas sedikit tentang timah dari kunjungan saya ke museum timah. Saya akan bahas ini semua dari pulau Bangka itu sendiri. Kenapa dimulai dari pembahasan pulaunya? ya, karena kalau pulau ini tidak ada, maka tidak akan pembahasan tentang timah bukan.

Museum Timah Indonesia

Locomotif depan museum timah

Pulau bangka adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur Sumatera, Indonesia dan termasuk wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di masa lalu Pulau Bangka memiliki berbagai nama lain seperti Vanka, Mayit-dong, China Bato dan Banka

Kali ini saya tidak akan membahas banyak tentang wisata di pulau Bangka ataupun Belitung, tapi saya akan membahas tentang sejarah timah yang ada di pulau bangka. kita semua pasti sudah tau dong apa itu timah.  Faktanya, timah di pulau Bangka banyak dipakai untuk pembuatan alat elektronik di seluruh dunia seperti, handphone dan alat elektronik lainya yang kalian pakai sekarang ini. 

Namun dibalik itu semua, ternyata timah di pulau Bangka ini sudah mulai digali sejak abad ke-1. Benarkah?



iya benar, karena mengacu pada penyebutan Wangka (vanca) yang terhubung dengan Swarnabhumi (Pulau Sumatera) dalam buku sastra Hindu Budha, Nidessa; dan kemudian dikaitkan dengan pendapat G. Coedes, bahwa sebelum abad ke-1 telah banyak pelaut India berdatangan ke Pulau Bangka; maka disampulkan bahwa daerah yang disebut Wangka dalam bahasa Sanskerta yang berarti Timah adalah Pulang Bangka. Maka kuat dugaan bahwa di Bangka pada awal abad ke-1 timah sudah mulai digali. Jadi kebayangkan banyak timah yang berasal dari Pulau Bangka maupun sekitarnya. Itulah alasan kenapa timah di pulau ini telah tersebar ke seluruh dunia dan jadi bahan pokok pembuatan alat elektronik dan lainnya.

Sejak digalinya timah di pulau Bangka dari abad ke-1 sampai sekarang, pulau Bangka telah menyimpan banyak sejarah dan cerita di dalamnya. karena timah dari dulu sudah menjadi mata pencarian masyarakat setempat. Sejak timah hanya digali dengan tenaga manusia sampai sekarang yang telah banyak alat untuk memudahkan pertambanganya. Pertambangan timah itu sendiri jenis dan macam-nya, dari mulai alat dan tempat atau pun lahan. Ada timah yang digali di darat ada pula yang digali di laut.

Kaleidoskop 100 Tahun Kapal Keruk Timah di Indonesia


Tapi yang mesti kita tahu di balik melimpahnya timah di pulau bangka, terdapat sisi baik dan buruknya. kalau sisi baiknya kita pasti sudah tau, yaitu meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat yang bekerja sebagai penambangan timah itu sendiri. dan sisi buruknya ialah bekas galian timah yang ditinggalkan begitu saja oleh pihak-pihak yang penambang ilegal, dan akhirnya mengakibatkan kerusakan alam. Jika dilihat dari atas, pulau bangka telah mengalami kerusakan sangat parah. Banyak galian bekas tambang yang ditinggalkan begitu saja. Miris. tapi mau bagaimana lagi, mereka mencari uang dari bekerja sebagai penambang. Masyarakat tidak akan bisa diperingatkan bahwa tambang ilegal tidak diperbolehkan. Jika diusir dari tambang A maka ia akan mencari lahan lain untuk dijadikan tambang baru. Dan jika timah dibangka terus digali, bisa jadi kedepanya pulau Bangka akan tenggelam. Karena sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari bekas galian timah, pohon dan kebun yang dulunya hijau dan subur, kini terbengkalai.



Semoga saja masyarakat sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan alam. Dan semoga juga pemerintah menemui solusi untuk kemajuan pulau Bangka sendiri. Karena meskipun timah yang berasal dari pulau Bangka sudah tersebar ke seluruh dunia, tapi masih banyak juga masyarakat yang pendapatan ekonominhya di bawah rata-rata. Mungkin karena timah sudah tidak sebanyak dulu lagi, jadi masyarakat tidak punya pencarian lagi. Terlebih bagi mereka yang berada di pedesaan, jika bukan karena tambang timah dan berkebun, mungkin susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan semoga saja kedepannya pulau Bangka lebih baik lagi, lebih maju lagi dalam bidang apapun. Karena tidak seperti tetangganya pulau Belitung yang bidang pariwisatanya sudah sangat terkenal, pulau Bangka masih dalam kategori biasa saja. Mungkin karena masih banyak kapal keruk penambang timah yang masih beroperasi di sekitaran pantai, dan membuat pantai jadi rusak dan tercemar. Tapi semoga saja kedepannya pulau Bangka menjadi tujuan wisata favorit di Indonesia, baik untuk menikmati alamnya ataupun menikmati sejarahnya.

Dan untuk kalian yang belum berkunjung ke pulau Bangka, tunggu apa lagi. Jangan sampai kalian tidak tau sejarah besar dari pulau ini, dan jangan sampai kalian tidak punya cerita dalam menikmati keindahan alam nya juga. Saya tunggu kalian semua di Negeri Serumpun Sebalai.


                                                                               

Jenis pasir timah


Hasil olahan Timah

Hasil olahan Timah

Hasil olahan Timah

Tambang Timah di Laut dengan Kapal Keruk





Tempat air Kayu

Garu Kayu


Baca Juga: Pantai Rambak Pagoda Puri Tri Agung

Reactions

Post a Comment

0 Comments