Hikayat cinta


Nostalgia itu
serupa daun-daun tanggal yang merindukan ranting
dan mengenang masa lalu
 ibarat buih-buih di pantai yang merindukan samudera 

lalu, apakah kita masih berwarna samar
tak terlihat jelas
layaknya kapal pesiar di ujung pantai
atau kita serupa kunang-kunang itu
terhilat indah, namun sulit digenggam

aku ingat pada satu malam,
saat bintang mengalah pada purnama
para serigala bersuka cita
sementara para nelayan berduka cita

dan perdebatan masih berlanjut,
untuk menentukan kemenangan semesta
siapa yang paling terang,
antara bulan dan bintang

sempatkah anak-anak kita mendengar
tentang dongeng para tetua ?
saat tidurnya mulai nyenyak
dan jantungnya tenang berdetak
itulah kita, dalam riwayat cerita
di balik hikayat cinta


Reactions

Post a Comment

0 Comments