Hari ini adalah pelajaran



Apa yang kita dapatkan hari ini ? Hal baru ? Pengetahuan baru ? Teman baru ? Cerita baru ? Atau hal-hal lainya yang baru ? Atau tidak ada bedanya dari hari kemarin ?


Hari ini aku dapat satu hal yang baru, yaitu; waktu. Hari ini tidak sama lagi dengan hari kemarin. Hari ini umurku bertambah satu hari, mungkin juga berkurang satu hari dari sisanya.

Iya, setiap hari kita mungkin selalu dapat hal baru, apapun itu. Kita tidak bisa mengingatnya satu persatu. juga pelajaran baru. Buktinya hari ini aku dapat pelajaran baru bahwa umur kita setiap hari selalu bertambah, dan sisa dari umur kita selalu berkurang seperti yang saya sebutkan diatas. Ya, mungkin kita sudah tau, lalu apakah kita selalu ingat ? Hari ini terlewati, besok terlewati lagi. Sangat cepat, waktu memang tidak bisa menunggu. Waktu tidak bisa berkompromi, sedetikpun tidak. Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, dan bulan berganti tahu. Baru saja rasanya semarak kembang api menyala-nyala, hal-hal baru terangkai, dan penamlilan baru dikeluarkan. Tapi sekarang, semua seakan kembali seperti biasa. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki bulan kedua, impian dan angan-angan mulai meredup dan perlahan sirna. Harapan yang dilantunkan diakhir tahun lalu kini terbang layaknya angin menerpa debu. Banyak dan menyatu, lalu terbang tanpa arah yang tak tentu.


Teringat saat aku kembali aktif menulis di blog beberapa bulan lalu. Saat kepulangan dari gunung aku kembali ingin menulis, dimulai dari menceritakan perjalan mendaki dari pergi sampai pulang dengan selamat. Akhirnya blog kembali aktif dan sampai sekarang. Dan semoga seterusnya.

Namun terdapat satu hal yang selalu kita takutkan dalam kehidupan ini, yaitu kebosanan. Aku selalu takut diterpa rasa bosan. Bosan untuk menulis, bosan membaca, dan bosan untuk menyalurkan sebuah pemikiran ke sebuah tulisan. Itulah yang paling aku takutkan. Karena apa ? Karena mungkin begitu hakikatnya, kita manusia seringkali dilanda rasa bosan. Tak mengapa rasa bosan hanya singgah, bagaimana jika dia betah. Akhirnya membuat kita lupa, bahwa hal-hal yang berharga bagi kita akhirnya berhenti karenanya. Sebab jika kita sudah bosan kita akan cenderung meninggalkan, kita akan merasa malas melakukan sesuatu yang tanpa akhiran.


Semoga saja rasa bosan hanya datang sementara. Jika bisa, aku ingin menulis ribuan kata setiap malamnya. Namun seperti yang aku sebutkan diatas, hakikat manusia sering dilanda rasa bosan, dilanda rasa malas dan banyak lagi. Kadang salut buat para penulis lainnya yang bisa bertahan sampai sekarang dengan tulisannya dan sampai sekarang masih bisa berkarya.

Ditulisan ini aku cuma berharap bahwa setiap hari kita mesti dapat sebuah hal baru dari apa yang telah kita lakukan seharian. Jangan sampai kita hanya berjalan ditempat, sementara orang lain telah belajar melompat. Ketika kita telah melompat orang lain telah sampai tujuan. Akhirnya seperti tadi kembali ke kata-kata diatas. Kita dilanda bosan dan malas. Akhirnya berhenti, menyerah dan pasrah. Hal yang kita jalankan dengan susah payah akhirnya berujung kekecewaan. Harapan dan impian yang dilayangkan di antara bintang-bintang akhirnya jatuh sebelum sampai ke awan. Setelah itu, apa yang mesti kita harapkan ? Mecoba hal baru lagi ? Dan akhirnya berujung sama. Berakhir pada kesalahan yang sama. Hari demi hari dilewati dengan sengsara dan diakhiri dengan kecewa.

Andai saja waktu bisa diulang, mungkin sekarang aku telah menerbitkan buku. Mungkin. Karena lambat laun apa yang kita lakukan dulu ataupun hari ini pasti akan menjadi lebih baik lagi.

Kita yang hari ini sendiri mungkin saja besok bisa bersama. Kita yang hari ini dilihat biasa oleh orang lain mungkin saja besok dianggap orang lain luar biasa. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepan nanti kecuali tuhan. 


Jadi, untuk hari ini, esok dan seterusnya, janganlah berhenti berusaha. Sebab mereka yang sekarang dipandang luar biasa mungkin saja dulu dipandang sebelah mata. Tidak mungkin mereka hanya berdiam diri dan tanpa usaha apa-apa. Ketika ingin terbang kita butuh sayap, kita ingin bicara kita butuh suara, ketika ingin melihat kita butuh mata dan ketika kita ingin bahagia maka kita butuh usaha. Berpikirlah bahwa kita bisa, bahwa apa yang berani kita impikan harus berani kita wujudkan. Jika tidak, maka impian kita tidak akan terbang, impian kita tidak akan berada diantara bintang-bintang, impian kita akan jatuh saat ingin mencoba terbang. 



Di sebuah awalan kita seperti kapal yang ingin berlayar
Tenang, senyum masih terhias di wajah
Tenang, ombak masih bersahabat

Di pertengahan kita akan berjalan menuju samudera,
Kadang badai datang tiba-tiba
Kadang ia membuat kita jatuh dan tenggelam
Kadang juga membuat kita berlabuh di satu tujuan

Setelah semua badai terlewati, kita tenang, semua kembali semula
Mungkin akan datang lagi badai kedua,
Tapi kuyakin, kita telah siap menghadapinya

Jadi, badai serupa cobaan dalam hidup kita. Jika kita bisa menghadapinya dengan tidak menyerah, maka kita akan selamat. Dan jika kita menyerah, maka kita tidak akan selamat. Kalo dalam tujuan artinya kita gagal.

Semoga semua hal yang belum terjawab sekarang, bisa jadi baik kedepannya.

Satu pesan terakhir. Bersyukurlah hari ini, sebab esok kita tidak pernah tau bisa hidup atau mati.


Januari, 2018
-Rendy Saputra
Reactions

Post a Comment

0 Comments