Daun dan pohon


sepi dan sunyi hanyalah sebuah keadaan yang kau berikan padaku dulu,
saat kita tak lagi menyatu,
saat kau tak lagi berbaring di pangkuanku
saat kita, bukan lagi kau dan aku

jika kau diteraikan dengan kata-kata, 
maka itu tidak akan habisnya
jika kau di jadikan buku cerita,
maka tidak akan ada akhir dari halamanya

kau adalah samudera yang terlantar di semesta kepalaku,
yang tidak dapat berlabuh sesuai arah
dan kau adalah langit di duniaku ,
yang tidak pernah runtuh dalam bumi hatiku

kini, cinta kita seakan pohon di musim semi,
perasaanmu layaknya daun-daun yang meninggalkan rantingnya
gugur dan jatuh kebumi
sementara aku seakan pohon besar yang kering

tapi aku belum mati, kebetulan saja cinta layaknya musim semi
aku masih berdiri disini 
menunggu musim hujan yang siap membasahi
menunggu cinta baru yang siap mencintai 

dari banyaknya perasaan yang kau tanggalkan
angin datang membawakan rindu
kenangan kita serupa debu
yang membuatku menesteskan air mata saat disentuhnya


Januari, 2018
-Rendy Saputra-

Reactions

Post a Comment

0 Comments