Cinta tak abadi


Seringkali semesta berbisik layaknya buih ombak yang menyapu tepian laut, melantunkan sedikit melodi alam. Ombak selalu memainkan nada yang sama, melahirkan romansa cinta dan tawa antara kita

Angin menyapu wajah bahagia kita, rambut kita, dan pasir pantai yang telah bercap jejak kaki kita

Tak ada yang berubah dari awal mula jagat raya mempertemukan kita. Tatapan kita tetap sama, senyum kita masih sama, dan sifat kita masih hangat seperti biasa

Waktu seakan berjalan cepat tak seperti biasanya
Apa karena kita berdua terlalu bahagia ?
Apa karena cinta membawa waktu seolah lebih cepat ?
Atau, karena kau dan aku tak pernah sadar kalo dunia berputar bukan hanya untuk kita.

Sampai tiba waktunya mentari bersandar di sisi barat langit, cakrawala berubah jingga, dan laut memancarkan cahaya yang sama dari senja 

Tawa kita telah berubah senyum, tatapan kita tertuju pada pandangan yang sama. Ombak masih saja memainkan nada yang lembut, seolah gelap malam telah siap disambut.
Senja kini berakhir, kenangan kita pun seolah terlahir.

Dari senyum kecil kita yang menjadi tawa, dari terang mentari yang menjadi gelap gulita. Kita berpisah, melepaskan genggaman tangan yang telah dihabiskan bersama.

Laut menjadi tempat romantis dari taman cinta manapun
Ombak menjadi instrument terbaik, dari romansa musik di dunia
Senja menjadi waktu dimana kenangan kita terlahir dan kebersamaan kita berakhir
Dan malam, menjadi kepamitan kita berdua, diantara gelap dan bintang yang hampir menyala 

Mungkin semesta juga pernah bicara tentang ketidak abadian dalam hidup yang telah tercipta. cinta kita tak pernah utuh, kasih sayang kita telah runtuh
Tiba diujung putaran dunia yang ke kesekian kalinya, kita berpisah

ikatan kita sirna

Kini kita berjarak, tapi hati kita tidak
Kini senyum dan tawa kita sirna, tapi kenangan kita tidak
Kini tak ada lagi senja yang menjadi tontonan kesukaan kita
Dan kini, tak ada lagi kata kita.

Kini, aku telah menjadi aku dan kau telah menjadi masa lalu ku.

Dari banyak kejadian yang telah berlalu, memang benar, senja adalah waktu yang tepat untuk merindu.
Melahirkan nostalgia antara kau dan aku.
Kenangan indah antara kita yang telah menjadi belenggu.

Tak ada lagi kita, tak ada lagi cinta.
Semua lenyap.
Kau telah bersama masa depanmu
Dan aku telah berada di antara cerita masa lalumu

Lupakan aku jika bisa, aku tak ingin menjadi hal yang kau rindu dan hal yang tak bisa kau lupakan
akupun sama jika bisa
atau aku harus menunggu waktu yang lama agar bisa lupa semuanya


Januari, 2018
-Rendy saputra









Reactions

Post a Comment

0 Comments