Senja di mimpi


Aku tak pernah lupa saat itu, ketika senja menjadi dua.
Merekah jingga di cakrawala itu, dan binar di kelopak matamu.

Aku tak pernah lupa saat itu, ketika hujan menjadi badai.
Air mata yang mengalir di pipimu, menerjang ombak besar di jantungku

Aku tak pernah lupa saat itu, ketika siang menjadi malam.
Langkah pergimu membawaku ke kegelapan.

Aku tak pernah lupa saat itu, ketika aku tebangun.
Kau hanyalah mimpi dari tidur malam ku
Reactions

Post a Comment

0 Comments