Konspirasi dalam diri


Alih-alih mencari jari diri, akhirnya tersesat dalam dunia tanpa arah.
Berpedoman pada idealis tanpa pernah berpikir menyeimbangkan tentang realisitis.
Jati diri tak perlu dicari, tapi dibentuk.
Idealis hanyalah sebuah patokan agar bisa bergerak maju.

Inikah konspirasi dalam diri sendiri ? 

Ketika gengsi berhasil mengutuk takdir.
Ketika gengsi berhasil merantai jiwa.

Normal dianggap membosankan.
 Berbeda dianggap menyenangkan.

Zona nyaman hanyalah sebuah dimensi antara jiwa dan keberanian.
Sementara fakta dari sebenarnya ialah ketakutan yang disembunyikan.

Ketakutan apa yang disembunyikan ?

Ketakutan dalam sebuah pilihan tentunya.
Ketakutan antara bergerak dengan keinginan sendiri
Atau bergerak dengan keinginan orang lain.
Reactions

Post a Comment

0 Comments