Karya adalah nyawa


Bicara tentang karya atau pun kemampuan, setiap manusia pasti memilikinya. Entah itu berasal dari darah keturunan atau didapatkan dengan kemauan. Iya, karya dari seorang yang kreatif zaman sekarang bermacam-macam. Kadang saya juga berpikir, apa karya yang sudah saya ciptakan ? Apakah karya saya bagus di mata orang lain ? Apakah karya saya perlu dihargai mahal ? Ah, pertanyaan-pertanyaan selalu muncul di benak diri sendiri. Perlu diketahui, saya selalu belajar ingin bisa dan mengetahui hal yang belum saya ketahui. Dari bermain alat musik, bergelut dengan masalah digital  seperti desain, photography, videography, menulis, merangkai puisi dan banyak lagi. Saya selalu berpikir bahwa pengetahuan itu penting. Kenapa ? Karena waktu tidak pernah menunggu, dunia tidak pernah berhenti berputar, dan masa depan terus akan menghadang. Lalu apakah kita akan terlena dan terbuai saja oleh zaman ? oleh teknologi ? Oleh modernisasi ? Ya, kita mesti perlu pengetahuan yang memadai. Berhentilah berkata "ah nikmati saja hidup ini, buat apa memikirkan hal yang tidak penting". Tapi kita mesti tau, tidak selamanya kita muda, tidak selamanya kemampuan kita sekarang bisa terus terpakai. Ketika kita hanya bergerak ditempat posisi kita akan digantikan. Kita akan dibuang karena tidak lagi bisa menciptakan hal baru. Lalu ketika sudah seperti itu kita baru akan belajar ? Iya, memang tidak ada kata terlambat untuk belajar, baik tua ataupun muda. Tapi ingat, kita sudah tertinggal satu langkah dari orang lain, tidak, mungkin dua langkah, tiga, empat, kita tertinggal jauh. Jauh dari yang mampu kita gapai sebelumnya.

Kembali lagi ke perihal karya, apakah kita semua punya karya yang sudah tercipta ?
Sudah, itulah jawabanku. Kita semua sudah membuat sebuah karya. Baik itu kecil,besar,biasa saja ataupun luar biasa. Bagiku karya adalah kebebasan, yang hanya kita miliki dan tidak dimilik oleh orang lain, terlepas dari itu bisa dinikmati kita sendiri ataupun orang lain. Bagiku ketika kita berbeda dari orang lain itu adalah karya. Kita berani berbeda, karena keberanian adalah karya yang tuhan titipkan untuk kita. Terlepas dari karya kita dihargai orang lain atau tidak, diminati orang lain atau tidak, dikenal banyak orang atau tidak, itu tidaklah penting. Karena yang terpenting dari menciptakan sebuah karya adalah bagaimana ketika merasa lebih dari yang lain itu sudah cukup. Karya bisa kita nikmati sendiri tanpa harus diketahui orang lain. Karena karya adalah nyawa.

Karya adalah kita, karena satu-satunya yang tuhan ciptakan di dunia ini. Sama seperti halnya karya-karya nyata terbesar yang pernah ditulis oleh sejarah dunia. Lukisan Monalisa salah satunya, tidak akan ada yang bisa membuat lagi lukisan itu, meskipun bisa, itu tidak akan sama. Karena apa ? Karena tak ada yang bisa menyamakan hal di dunia ini dengan tepat. Begitulah dengan kita, mungkin kita akan membuat sebuah karya besar yang tercatat sejarah. Jadi berkaryalah tanpa harus berpikir karya kita akan dihargai orang lain.
Ini bukan ungkapan para penganut idealisme terhadap apa yang ia nilai, ketika kita ingin berkarya dan memasarkan karya tersebut dengan materi itu tidak masalah. Ataupun kita hanya ingin berkarya untuk kesenangan sendiri itu juga tidak masalah. Atau keduanya, ketika kita hanya berkarya untuk dinikmati diri sendiri, namun orang lain mengapresiasi karya kita dan mungkin karya kita akan dihargai dengan materi itu juga bukan permasalahan. Toh, selagi kita masih bisa berkarya artinya kita masih memiliki nyawa. Seperti yang sebutkan, karya adalah nyawa.
Reactions

Post a Comment

0 Comments