Hujan dan kopi


Hujan turun malam ini, memainkan melodi yg menyentuh atap dan bumi,
membasahi sekitar rumah yang berdebu.

Hujan turun serentak seperti serdadu,
mengingatkan indahnya masa lalu,membanjiri pikiran yang kian merindu.

Kopi pun terseduh,
menghasilkan aroma pahit yang menggigit
hitam teramat pekat hangatnya berlawanan keadaan.

Hujan tak kian reda,
ampas kopiku mengendap,hangatnya hilang berangsuran,
asapnya pun telah terbang entah kemana meninggalkan kepekatan dari pahitnya seduhan

Akhirnya hujan reda,
menyisakan gerimis yang masih memainkan melodi-melodi sumbang,
melupakanku pada ingantan masa lalu yg terkenang.

Kini rintiknya tak bersisa,
mengembalikan melodi sunyi seperti semula,menyisakan bingar basah yang mebasahi jendela.

Hujan itu telah tiada,
ia mereda, meninggalkan kenangan yg tergenang
Kopiku pun telah habis,menyisakan ampas kerinduan yang tak terulang.

November, 2017
-Rendy Saputra-
Reactions

Post a Comment

0 Comments