Seperlima abad



Entah berapa purnama yang telah berganti,
berapa banyak fajar dan senja juga yang telah kulalui
Musim pun silih berganti,meratap malam kelam dan terlelap hingga dinginya pagi
Doa dan dosa berjalan seiringan, berharap dosa terhapuskan

Namun tak kulupa !

ada seseorang yg hebat berjuang untukku seperlima abad lalu,
Meneriaki kesakitan yg tak tertandingi.

Ini bukan hariku,ini adalah harimu.
Tak banyak yg bisa kuperbuat.
tapi dalam janji yg tak kusebutkan, namamu selalu terisi dalam rangkaian doa-doa fardhu ku
Terima kasih untuk seperlima abad ini,kau adalah hal yg tak bisa kubandingkan dengan apapun,kecuali sang pencipa (allah)


Reactions

Post a Comment

0 Comments